Sabtu, 12 Mei 2012

 Djokovic Susul Rafa
 
 Petenis Serbia, Novak Djokovic.
MADRID - Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic menyusul petenis nomor dua dunia Rafa Nadal meninggalkan turnamen Madrid Terbuka, setelah kalah di tangan rekan senegaranya dari Serbia, Janko Tipsarevic, 7-6 6-3, pada laga perempat final turnamen tanah liat di lapangan biru yang banyak dikritik itu.
  
Kedua petenis utama itu beberapa kali mengeluhkan permukaan lapangan yang licin di turnamen Masters itu dan akhirnya Djokovic gagal mempertahankan gelar yang diraihnya saat mengalahkan Nadal pada 2011.
  
Nadal dikalahkan rekan senegaranya dari Spanyol, Fernando Verdasco, pada putaran ketiga, Kamis, dan ia serta Djokovic mengancam tidak akan kembali tahun depan, kecuali karpet merah tradisional dipasang di lapangan itu.
  
Tipsarevic, unggulan ketujuh, meraih tiga "match points" dari servis Djokovic dan memimpin 5-2 pada set kedua dan ia tidak ada membuat kesalahan pada servis berikutnya dan maju ke semi final melawan unggulan ketiga Roger Federer atau unggulan kelima dari Spanyol, David Ferrer.  
  
"Saya ingin melupakan kekalahan minggu ini secepat mungkin dan akan bermain lagi di lapangan tanah liat yang lebih nyata," kata Djokovic, yang mengincar gelar pertama di Prancis Terbuka bulan ini, dalam temu pers usai pertandingan.
  
"Kelihatannya butuh waktu satu minggu bagi saya untuk membiasakan main di lapangan itu dan harus mencari jalan untuk memenangi pertandingan pada level permainan seperti itu," katanya.  "Tidak perlu didebat, sederhana saja. Bagi saya, tidak ada lapangan biru," katanya.

Tomas Berdych membuat petenis favorit lokal, Verdasco, yang menang atas Nadal untuk pertama kalinya dalam 14 pertemuan, kembali membumi ketika ia menumbangkan unggulan ke-15 itu 6-1 6-2 Jumat pagi.
  
Unggulan keenam dari Ceko itu, yang mengalahkan unggulan ke-12 dari Prancis Gael Monfils 6-1 6-1 untuk maju ke delapan besar, mengakhiri dua kekalahan pada pertemuan sebelumnya dan di semi final akan bertemu dengan Juan Martin Del Potro.  
  
Juara AS Terbuka 2009 itu, belum terkalahkan dalam 10 pertandingan di lapangan tanah liat dan menang di Estoril minggu lalu, dengan mudah mengukir angka kemenangan 6-3 6-4 atas unggulan ke-16 dari Ukraina, Alexandr Dolgopolov.
  
"Saya puas dengan permainan saya. Saya merasa memiliki rasa percaya diri tinggi main di lapangan tanah liat," kata Del Potro, yang beristirahat selama delapan bulan pada 2010 karena mengalami cedera pergelangan tangan, dalam temu pers usai pertandingan.
 
"Saya tidak merasakan nyeri pada tangan saya dan saya kira ini pertanda bagus untuk main di turnamen berikutnya. Saya kira saya bertambah baik dari satu turnamen ke turnamen lain," kata petenis berusia 23 tahun itu.

Jumat, 11 Mei 2012

Verdasco Usir Nadal 'Pagi-Pagi'
Selebrasi Fernando Verdasco Carmona usai menyisihkan Rafael Nadal (Foto: Getty Images)
Selebrasi Fernando Verdasco Carmona usai menyisihkan Rafael Nadal
MADRID – Baru dua kali turun bermain di Madrid Masters, petenis peringkat dua dunia – Rafael Nadal sudah harus tersingkir di babak ketiga. Adalah kompatriot sekaligus rekannya di tim Davis, Fernando Verdasco yang memaksa Nadal menelan pil pahil.

Secara mengejutkan, Verdasco yang tampil berstatus unggulan ke-15, berhasil memenangi duel ke-14 nya melawan Nadal melalui permainan tiga set yang melelahkan. Verdasco sukses melaju ke babak delapan besar, usai menang 6-3 3-6 dan 7-5.

Verdasco juga sekaligus menghentikan dominasi Nadal di tanah liat di titik 23 kemenangan. Akibatnya, Nadal takkan mampu meraup titel Madrid Masters, setelah di final tahun lalu dikandaskan Novak Djokovic.

Pertarungan tersengit antara Verdasco dan Nadal, terjadi di set terakhir. Nadal sempat unggul 5-2 lebih dulu, tapi Nadal menyianyiakan kesempatannya di dua servis terakhir sebelum match point.

Sementara Verdasco yang merasa mendapat angin kedua, bangkit di break berikutnya. Poin demi poin pun diraih dan akhirnya mengkonversi match point keduanya, dengan forehand keras yang tak mampu dihadang Nadal.

Di babak delapan besar nanti, Verdasco sudah ditunggu petenis Rep. Ceska – Tomáš Berdych yang menaklukkan Gaël Monfils dengan mudah dengan kemenangan straight set, 6-1 dan 6-1.

Sedangkan unggulan lainnya, Roger Federer kembali melanjutkan tren positifnya. Petenis awal Swiss itu berangkat ke perempat final dengan kemenangan straight set, 6-3 6-2 atas Richard Gasquet.

Kamis, 10 Mei 2012

Hajar Davydenko, Bukti Supremasi Nadal
Rafael Nadal Parera (kiri) bersalaman dengan Nikolay Davydenko usai memenangi babak kedua Madrid Masters (Foto: Reuters)
Rafael Nadal Parera (kiri) bersalaman dengan Nikolay Davydenko usai memenangi babak kedua Madrid Masters
MADRID – Bermain di depan publik sendiri, Rafael Nadal kembali unjuk supremasi di lapangan tanah liat. Menang mutlak 6-2 dan 6-2 atas Nikolay Davydenko, Nadal menyongsong babak ketiga Madrid Masters dengan antusias.

Setelah lolos ke babak kedua melalui status ‘bye’, Nadal menghadapi pertemuan ke-10 nya kontra Davydenko. Awalnya, laga ini diprediksikan akan berjalan ketat tapi kenyataannya malah berbanding terbalik.

Sejak game pertama, Nadal tak ambil waktu lama untuk langsung menekan Davydenko. Hingga poin-poin menentukan, Nadal menuntaskan perlawanan petenis Rusia itu dengan durasi 80 menit, sekaligus mencatatkan kemenangan 6-4 dalam 10 pertemuannya dengan Davydenko.

Kemenangan ini juga sekaligus memperpanjang catatan tanpa cela selama 10 kemenangan berturut-turut dari Nadal di lapangan tanah liat – meski kali ini tanah liatnya berbeda dari biasanya.

Jika sebelumnya lapangan tanah liat selalu berwarna merah, kini tanah liat di Madrid Masters berwarna biru. Ide ini sendiri dicetuskan hartawan yang juga mantan petenis Rumania.

Soal kontroversi tanah liat biru pada Madrid Masters kali ini, Nadal punya opini yang serupa dengan kebanyakan partisipan bahwa permukaan lapangan menjadi lebih licin. Tapi bagaimanapun juga, hal itu tak menghalangi Nadal untuk berusaha beradaptasi dengan baik.

“Anda harus realistis. Lapangan kali ini sangat berbeda, lapangan dengan blue clay seperti ini lebih licin dan membuat kita lebih sulit untuk bertahan dari serangan lawan dan juga melakukan pergerakan lainnya,” papar Nadal, seperti disitat Tennis X, Kamis (10/5/2012).

“Tapi yang bisa kita lakukan hanyalah membuka lembaran baru karena kita tak bisa begitu saja menggantinya dengan tanah liat seperti biasanya di babak berikutnya. Jadi, kita harus bisa beradaptasi dengan lapangan ini,” tuntasnya.

Next, Nadal akan menghadapi kompatriotnya – Fernando Verdasco yang juga lolos ke babak ketiga usai membekuk Alejandro Falla asal Kolombia lewat rubber set, 6-7 (4), 6-4 dan 6-4.

Rabu, 09 Mei 2012

Djokovic: Lapangan Blue Clay Dibenci Pemain
Novak Djokovic. (Foto: Getty Images)
Novak Djokovic.
MADRID – Novak Djokovic kembali mengkritik permukaan lapangan blue clay di Madrid Open. Menurutnya, keputusan panitia itu dianggap telah merusak permainan tenis.

Ya, kritikan itu dilancarkan oleh Djokovic setelah mengalahkan Daniel Gimeno-Traver 6-2 2-6 6-3 di babak kedua Madrid Open, Selasa kemarin. Djokovic baru kembali bermain setelah absen selama dua pekan.

Djokovic mengatakan lapangan biru ini membuat pemain sulit bergerak. Petenis nomor wahid putra itu menilai, hal ini terjadi karena pihak organisasi tidak mendengarkan keluhan yang sudah diungkap pemain.

“Saya memukul lima bola sepanjang pertandingan. Saya berusaha untuk menempatkan bola di dalam lapangan. Jadi, saya berusaha memanfaatkan servis dan mendapatkan poin dari kesalahan lawan,” jelas Djokovic.

“Buat saya itu bukan pertandingan tenis. Meski saya bermain menggunakan sepatu bola atau mengundang Chuck Norris untuk memberikan saran kepada saya, bagaimana cara bermain di lapangan seperti ini,” sambungnya.

Sejumlah pemain memang mengkritik lapngan tanah liat biru (blue clay) di Madrid Open. Petenis papan atas macam Rafael Nadal dan Roger Federer, juga sudah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap lapangan ini.

Lapangan blue clay tidak berbeda jauh dengan lapangan tanah liat yang lain. Hanya saja, permukaan lapangan ini diberi warna biru. Pasalnya, bola bisa terlihat dari tayangan televisi. Pihak ATP sudah menyetujui permukaan ini untuk satu tahun ke depan, namun mereka tidak lebih dulu menanyakan hal ini kepada pemain.

“Saya tahu banyak pemain yang membicarakan mengenai permukaan lapangan ini dalam tiga atau empat hari terakhir, memiliki opini yang sama. Saya berpikir serius mengenai permukaan ini,” cetus petenis asal Serbia itu.

“Saya rasa semua pendapat pemain harus didengar dan dipikirkan. Ini adalah turnamen dan keputusan mengubah lapangan ini merupakan contoh pendapat pemain tidak didengar. Jadi, saya berharap hal ini berubah di masa depan.”

“Saya tidak pernah mendengar satu pemain, pria atau wanita mengatakan mereka menyukai permukaan lapangan blue clay ini,” tandasnya sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (9/5/2012).

Selasa, 08 Mei 2012

Nasib Berbeda Williams Bersaudara

Serena Williams. (Foto: Reuters)
Serena Williams.
MADRID – Nasib berbeda dialami Serena dan Venus Williams di turnamen Madrid Open 2012. Serena meraih kemenangan perdana, sedangkan Venus kandas di babak kedua.

Dalam pertandingan di Madrid, Serena tampil gemilang sejak awal pertandingan. Serena, yang terakhir kali bermain di Madrid pada 2010, lolos setelah mengalahkan Elena Vesnina 6-3 6-1.

Serena beberapa kali melakukan servis yang sangat keras di pertandingan ini. Tercatat, petenis asal Amerika Serikat ini melakukan 14 kali aces. Pada babak ketiga, Serena akan berhadapan dengan Anastasia Pavlyuchenkova.

“Saya menemukan sentuhan terbaik. Ini turnamen pertama saya di Eropa tahun ini dan saya berharap bisa mempertahankan performa ini,” ungkap Serena, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (8/5/2012).

“Saya belum mengetahui perbedaan antara lapangan tanah liat biru dan yang merah. Saya rasa ini sama, hanya anda tidak akan terlihat kotor,” sambung saudara kandung Venus tersebut.

Nasib berbeda dialami Venus. Mantan petenis nomor satu putri itu harus mengakui keunggulan Angelique Kerber. Venus kalah dua set langsung 6-4 6-1 dari petenis unggulan ke-12 tersebut. Petra Kvitova juga memulai turnamen Madrid Open dengan baik.

Sang juara bertahan berhasil lolos setelah mengalahkan Marina Erakovic 6-2 6-3. Sementara, Jelena Jankovic mengalami nasib yang sangat buruk. Petenis unggulan 15 itu harus kandas di putaran kedua, setelah dikalahkan Carla Suarez 4-6 7-6 6-4.

Minggu, 06 Mei 2012

Wang Yafan Juara di Jakarta
 
 Petenis China, Wang Yafan
JAKARTA — Petenis China, Wang Yafan, akhirnya keluar sebagai juara RS Mitra Kemayoran Women's Circuit 2012 setelah mengalahkan Yang Zi 6-1, 6-4 pada babak final, Minggu (6/5/2012), di Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta.
Yafan yang bermain agresif dengan pukulan-pukulan yang kuat bertenaga menyulitkan lawannya untuk mengembalikan bola. Keras dan akuratnya pukulan Yafan menjadi kunci kemenangan petenis China itu.
Sebaliknya, Yang Zi yang bermain di bawah tekanan sering membuat kesalahan, termasuk beberapa kesalahan servis ganda. Yang Zi yang berperingkat dunia ke-695 akhirnya harus menerima kekalahan dari lawannya yang berperingkat dunia ke-743.
Sebagai juara, Yafan mendapatkan hadiah uang 1.568 dollar AS, sedangkan Yang Zi mendapatkan 980 dollar AS.

Sabtu, 05 Mei 2012

Petenis China Kuasai Women's Circuit Jakarta
 Petenis China, Wang Yafan.
JAKARTA - Turnamen tenis internasional Women Circuit Jakarta 2012 akhirnya dikuasai para petenis China, setelah Wang Yafan dan Yang Zi maju ke final di lapangan tenis Mitra Kemayoran Jakarta, Sabtu (5/5/12).

Pada pertandingan semifinal pertama, Wang Yafan menundukkan petenis Korea Lee So-Ra 3-6, 7-5, 7-6 (6). Sedangkan pada semifinal kedua, Yang Zi menundukkan rekan senegaranya Zhu Lin 6-4, 6-3.

Direktur Turnamen Ferry Raturandang mengatakan, para petenis China tampak memiliki misi pembinaan yang sangat intens dengan keikutsertaannya dalam turnamen berhadiah total 10.000 dollar AS ini.

"Mereka terdiri atas kelompok-kelompok dari berbagai provinsi di China, melanglang buana dalam rangka pembinaan. Maraknya kehadiran petenis China dalam turnamen ini membuktikan bahwa negara tersebut sangat peduli dalam pembinaan dan regenerasi," ujarnya.

Dominasi petenis China pun terasa dalam turnamen bertitel RS Mitra Kemayoran Women’s Circuit ITF ini setelah ganda putri pasangan kembar Lu Jin-Xiang/Lu Jia-Jing berhasil keluar sebagai juara. Pada pertandingan final, Sabtu, mereka menundukkan pasangan asal Inggris unggulan 2 Anna Fitzpatrick/Jade Windley 6-2, 6-1.

Ferry Raturandang selaku Wakil Sekjen PP Pelti menyerahkan hadiah dalam upacara penghormatan pemenang ganda putri, usai pertandingan final tersebut.

Pertandingan final tunggal akan dimainkan Minggu pukul 09.00 di tempat yang sama. Usai turnamen ini sejumlah peserta langsung bertolak ke Tarakan, Kalimantan Timur, untuk mengikuti event sejenis dengan total hadiah 25.000 dollar AS dan akan berlangsung 7-13 April 2012.

Dalam turnamen tersebut Ayu Fani Damayanti bersama Lavinia Tananta langsung masuk babak utama, sedangkan petenis yang mendapatan wild card ke babak utama adalah Vita Taher, Athena Nathalia, Laili Rachmawati.